FORUM LINGKAR PENA SULSEL

Berbakti-Berkarya-Berarti

 
 
 
 
 
 
 
 

Forum Lingkar Pena Sulawesi Selatan

PEMENANG PERTAMA LOMBA CERPEN HARDIKNAS FLP SULSEL 2012

 

REMBULAN DALAM BOTOL KACA

- Zakiya Sabdosih -


Lelaki itu pencuri masa lalu. Ke dalam botol-botol kaca ia memukat kenangan dari geraham udara. Lalu disembunyikannya botol kaca itu di selasar rumahnya. Semalam-malam, botol-botol kaca itu semakin bertambah jumlahnya. Sementara tak jauh dari sana, ada rembulan yang kehilangan bayangannya.

Seperti disesap kematian.

Perlahan-lahan.

*

Puisi seumpama gadis berkerudung merah, yang kepada lelaki itu ditawarkannya korek api. Celakanya, api itu membakar tubuh lelaki itu sendiri. Kini, ia bercermin di atas riak telaga. Bayangan rembulan didapatinya seiring kenangan; sirna. Menjelma asap. Seketika lesap.

Last Updated on Wednesday, 09 May 2012 15:16 Read more

PEMENANG KEDUA SURAT UNTUK GUBERNUR SULSEL 2013

 

SURAT UNTUK GUBERNUR SULAWESI SELATAN 2013

- Faizal Oddang (SMAN 1 Majauleng Kab.Wajo) –


Teruntuk Gubernur Sulawesi Selatan 2013

Di-

Istana Kekhalifaan

 

Dengan sejumput salam yang kutabur lewat surat sederhana ini.

Sebelum surat ini mengaksara lebih jauh, aku ingin meminta izin memanggilmu “ayah” dalam suratku. Aku tahu darah wibawa yang mengalir di tubuhmu akan mengizinkan, betulkan, Ayah?

Ayah, basmalah berkoar mengiring nada tuts pertama dari keyboard laptopku saat menulis surat ini. Berharap ada ijabah darimu yang menjadi angan dan selalu melecutkan asaku. Izinkan aku berkabar padamu tentang negeriku, negeri kita. Semoga surat ini cukup untuk menampung segala harap yang selama ini hanya kunisankan dalam kepalaku yang kian batu dari hari ke hari.

Mataku masih basah oleh wajah-wajahmu yang bertutur “sejahtera”. Di sudut-sudut kota, di bawah rerimbun pohon, bahkan sampai kau membiarkan potretmu itu tertanak matahari. Ayah harus tahu setiap melihat baliho-baliho yang bak mematri remah-remah harap di desah nafasku aku selalu berujar dalam dialek Bugis-Wajoku Ayah: Tennafodo sadda mappabati’ ada. Ada mappabati’ gau. Tellessu ada belle. Teppugau gau macekko. Itu berarti sungguh tiada penakar seberapa besar harapku untuk melihat Ayah menjelmakan suara dalam kata. Lalu kata yang ada menjadi perbuatan. Tiada berujar bohong, dan tiada bertindak curang. Sesederhana itu harapku untuk menitipkan Sulawesi Selatan di erat kepalmu, Ayah.

Last Updated on Wednesday, 09 May 2012 14:10 Read more

PEMENANG LOMBA MENULIS CERPEN TINGKAT NASIONAL

Bismillahirrahmanirrahim

Sebelumnya, kami mohon maaf atas keterlambatan pengumuman ini, mengingat begitu padatnya agenda Hari Pendidikan Nasional oleh FLP Sulsel pada tanggal 5 Mei 2012

Jumlah peserta pada Lomba Menulis Cerpen Tingkat Nasional dalam rangka Hardiknas ini cukup menggembirakan, mencapai 385 peserta. Berasal dari seluruh penjuru tanah air, dan beberapa warga Indonesia yang bermukim di Yaman, Kairo, Hongkong, dan Malaysia.

Adapun ketiga pemenang dalam lomba ini berdasarkan kriteria dewan juri adalah sebagai berikut:

Pemenang Pertama, Cerpen "Rembulan dalam Botol Kaca", karya Zakiya Sabdosih (Malang, Jawa Timur)

Pemenang Kedua, Cerpen "Ares", karya Lalu Abdul Fatah (Surabaya, Jawa Timur)

Pemenang Ketiga, Cerpen "Remuk Redam", karya Maskur (Makassar, Sulawesi Selatan)

 

Berikut adalah komentar dewan juri:

Menulis untuk lomba ibaratnya membuat perhiasan emas untuk dipersembahkan pada raja. Tukang emas harus cerdas menentukan model  dan teliti dalam menyelesaikan perhiasannya. Beberapa penulis, saat sadar jika cerpen yang dibuatnya adalah cerpen untuk lomba, terkadang merasa tertekan karena harus menulis cerpen sesempurna mungkin. Padahal, di manakah ada cerpen yang sempurna? Cerpen terkadang kuat pada diksi, tapi konflik datar-datar saja. Sering ada cerpen yang idenya sangat unik, diksinya yang biasa-biasa saja.

Beberapa penulis dalam lomba cerpen kali ini, terkesan memaksakan cerpen yang ditulisnya adalah cerpen yang sangat bagus. Akhirnya, banyak cerpen masuk, diksinya  sangat melankolis hingga berkesan dangdut banget. Begitu pun dalam pemilihan latar, beberapa cerpen memaksakan diri mengangkat tema lokalitas dengan mencaplok istilah-istilah daerah yang menjadi setting tempatnya, tapi gagal mengajak pembaca menikmati daerah yang dikunjunginya.

Dari  385 judul cerpen yang masuk, tim juri akhirnya menetapkan "Rembulan dalam Botol Kaca" menjadi cerpen juara pertama, disusul cerpen "Ares" di posisi kedua dan cerpen di posisi ketiga adalah "Remuk Redam".

Ketiga cerpen ini bukan hanya memiliki ciri khusus, namun juga punya kekuatan tersendiri. Cerpen pemenang pertama, Rembulan dalam Botol Kaca, begitu kuat di diksi. Sementara cerpen pemenang kedua yang berjudul Ares, lebih memilih tampil dengan judul sederhana, juga bertutur sederhana namun menghentak di ending, seolah menyadarkan kita bahwa cerpen yang bagus tak harus mengambil kata dari kamus kata-kata mutiara. Terakhir, cerpen pemenang ketiga hadir untuk menepuk bahu kita, bahwa banyak sekali kisah di sekeliling  yang bisa dieksploitasi untuk dijadikan cerpen berkualitas.
Penetapan ketiga cerpen pemenang di atas, bagi juri bukanlah hal yang mudah. Di sesi terakhir penjurian, ada tujuh  cerpen yang berhasil memikat hati, hingga harus dibaca dan dibaca berulang-ulang. Akhirnya juri berpikir, ketiga cerpen yang dipilih sebagai pemenang ini mungkin penulisnya sedang khusyu tahajjud ketika kami sudah harus mengetuk palu.
Kami tim juri, memang bukanlah raja, yang jika kami tak suka, maka semua rakyat juga akan tak suka. Kami hanya hakim yang mencoba menjatuhkan vonis dengan adil. Jadi, buat  yang belum berhasil, jika kalian memilih  'banding', bukan tak mungkin cerpen kalian akan dihargai senilai emas di luar lomba ini. Terus berkarya!
Selamat untuk ketiga pemenang!

Dewan Juri:

S.Gegge Mappangewa (Penulis Novel Terbaik Republika Tahun 2012 "Lontara Rindu")

Benny Arnas (Cerpenis, Penulis Buku "Jatuh dari Cinta")

Hamran Sunu (Cerpenis, Emerging Writer Makassar International Writers Festival 2011)

Last Updated on Saturday, 05 May 2012 17:41

PEMENANG LOMBA MENULIS SURAT UNTUK GUBERNUR SULSEL 2013

 

Bismillahirrahmanirrahim

Secara jujur, dewan juri cukup kecewa dengan pelaksanaan Lomba Menulis Surat untuk Gubernur Sulsel 2013 ini. Selain karena minimnya peserta yang berpartsipasi dalam lomba, naskah-naskah yang masuk juga tidak membuat dewan juri merasa puas. Dewan juri menyimpulkan dua hal: Pertama, mungkin sosialisasi dari panitia lomba kurang maksimal sehingga minat penulisan surat ini kurang mendapat respon positif dari pelajar-pelajar di Sulawesi Selatan. Kedua, mungkin memang daya kritis pelajar-pelajar Sulawesi Selatan masih belum menunjukkan dirinya dalam menyikapi masalah sosial yang ada di sekitarnya. Jumlah peserta hanya belasan, berasal dari Kabupaten Pinrang, Kota Makassar, Kabupaten Wajo, Kabupaten Takalar, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Gowa.

Berikut ini beberapa penilaian terhadap naskah-naskah yang masuk:

Pertama, ide-ide yang diajukan untuk membuat perubahan di Sulawesi Selatan, sebenarnya telah ada dan telah berjalan programnya, misal pendidikan gratis, kesehatan gratis, metode pemisahan sampah organik dan sampah lainnya, penjaringan CPNS yang transparan, peran masyarakat, dan lainnya. Tak ide yang benar-benar baru, “gila”, kreatif, dan futuristik (melampaui batas waktu).

Kedua, isi surat masih seputar fakta-fakta lama, terkesan tidak orisinil berdasar dari keseharian atau pengalaman para penulis sendiri.

Ketiga, para penulis masih menyisakan banyak kesalahan di sana-sini, baik penulisan kata yang salah, istilah kurang tepat, tanda baca salah tempat, serta kaidah penulisan EYD lainnya yang amat perlu diasah.

Oleh karena beberapa catatan di atas, maka dewan juri menyimpulkan TIDAK ADA pemenang pertama dalam Lomba Menulis Surat untuk Gubernur Sulsel 2013 ini. Adapun pemenang kedua, dan ketiga adalah sebagai berikut:

Pemenang Kedua, atas nama Faizal Oddang (SMAN 1 Majauleng Kab.Wajo)

Pemenang Ketiga, atas nama Ahmad Akbar (SMAN 1 Sungguminasa Kab.Gowa)

Demikianlah penyampaian kami dari dewan juri. Besar harapan kami pelajar-pelajar di Sulawesi Selatan mampu mengambil peran dalam perubahan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Dewan Juri:

Fitrawan Umar, ST (Penulis "Catatan Mahasiswa Biasa", Ketua FLP Sulsel)

Fakhruddin Ahmad (Penulis, Wakil Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sulsel)

Last Updated on Saturday, 05 May 2012 16:14

PESERTA LOMBA HARDIKNAS, FLP SULSEL 2012

 

Alhamdulillah...

Lomba Cerpen menyambut Hari Pendidikan Nasional 2012 telah melewati tenggatnya, 15 April 2012. Kami dari panitia penyelenggara tidak pernah menyangka respon untuk lomba ini akan sebanyak 385+10 naskah! Itu sungguh angka yang luar biasa untuk bagi kami.

Banyaknya jumlah naskah cerpen yang masuk menunjukkan, minat besar Indonesia terhadap sastra. Semoga kehadiran lomba ini bisa menjadi satu bagian memajukan Dunia Sastra Indonesia. Amiiinnn...

Sebelumnya, kami memohon maaf atas keterlambatan memosting informasi peserta. Janji menginformasikan seharusnya siang tadi, tapi karena naskah yang masuk menjelang deadline sangat banyak sehingga kami membutuhkan banyak durasi untuk mendatanya. Berikut judul cerpen yang masuk di meja panitia:

Last Updated on Tuesday, 17 April 2012 18:03 Read more

PEMBERITAHUAN LOMBA HARDIKNAS, FLP SULSEL 2012

 

Assalamulaiakum Wr. Wb.

Lomba FLP Sulsel, “Cerpen dan Surat untuk Gubernur Sulawesi Selatan 2013”, menyambut Hari Pendidikan Nasional 2012, resmi ditutup dini hari tadi (00.00 WITA). Terimakasih kepada kakanda, teman-teman dan adik-adik penulis yang telah berpartisipasi dalam lomba ini. InsyaAllah informasi peserta lomba cerpen dan surat akan diposting besok siang, 17 April 2012. Salam Pena!

Wassalamualaikum Wr. Wb

 

FLP Sulsel's Crew

(Berbakti-Berkarya-Berarti)

 

Last Updated on Monday, 16 April 2012 07:58

Page 1 of 9

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  Next 
  •  End 
  • »
 
 
 
 
 
 
left direction
right direction
  REMBULAN DALAM BOTOL KACA - Zakiya Sabdosih ...
JOJOBA
Oleh :* Sunarwan. Sulaiman (FLP UIN) Dimuat di Ha...
Ambe' Masih Sakit
Oleh: Emil Amir (Dimuat di Kompas, 4 Maret 2012)...
Pujangga Kedelapan
(Dimuat di Harian Fajar, 18 Maret 2012) Oleh: Ais...
Oleh: Hendra J.Hamzah (Pernah dimuat di Keker Faj...
DAN BULAN PUN MURAM
Oleh: Hendra J. Hamzah Malam kini sudah semakin ...
Oleh: Sultan Sulaiman, S. Sos Kita sudah di sini....
Oleh: Yana Yan*) “Ehm, Arin, mau kemana?...
Oleh : Fitrawan Umar Cerpen ini masuk dalam buk...
Oleh: S.Putra Sulaiman Termuat di identitas edisi...